PENGANTAR BISNIS CHAPTER 1
FAKTOR FAKTOR PRODUKSI UNTUK MEMBUAT BARANG DAN JASA
1.
SUMBER DAYA ALAM
Membutuhkan lahan yang kosong sebagai bahan
baku cadangan mineral dan hutan untuk di sewakan.
2.
SUMBER DAYA MANUSIA
Membutuhkan tenaga kerja untuk di gaji atau
memberi upah kepada tenaga kerja.
3.
KEWIRAUSAHAAN
Kesediaan untuk mengambil resiko menciptakan
dan mengoperasikan suatu bisnis. Dan harus memiliki keahlian untuk menghasilakan
barang dan jasa yang bisa mendapatkan laba atau profit.
4.
MODAL
Meliputi teknologi, peralatan informasi dan
fasilitas fisik. Dan akan mendapatkan bunga atau interest.
ORGANISASI NIRLABA
Kegiatan yang bersifat output yang
mendapatkan laba, labanya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat atau social. Contohnya rumah sakit. Labanya di gunakan untuk membeli peralatan rumah sakit dan
contoh lainnya perpustakaan sekolah museum dll.
ORGANISASI BISNIS
Kegiatan
yang bersifat output yang mendapatkan laba, labanya untuk pemilik bisnis atau
modal. Organisasi bisnis di bagi menjadi 2
1.
Yang
dimiliki pribadi disebut dengan sector swasta contohnya PT GUDANG GARAM dengan PT INDOFOOD
2.
Yang
dimiliki pemerintah atau rakyat yg disebut dengan sector publik
ENAM ERA DALAM REVOLUSI INDRUSTRI
1. ERA KOLONIAL
Karakteristik utama, masih
berupa pertanian
Periode waktunya,
sebelum tahun 1776
2. ERA REVOLUSI INDRUSTRI
Karakteristik utama,
produksi masal oleh perkerja semiahli
Periode waktunya tahun
1760-1850
3. ERA PENGUSAHA INDRUSTRIAL
Karakteristik utama,
produksi tetap masal tetapi sudah menggunakan mesin tetapi lebih terampil.
Periode waktunya, akhir
tahun 1800-aan
4. ERA PRODUKSI
Karakteristik utama,
melakukan produksi menjual yang
menghasilkan produk yang berkualitas bagus yang akan dijual.
Periode tahun,
sebelum tahun 1920-an
5. ERA PEMASARAN
Karateristik utama, sudah
dilakukan riset pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen untuk
produksi dan penjualan/pemasaran.
Periode waktunya, sejak
tahun 1950-an
6. ERA RELASI
Karateristik utamanya,
produsen sudah terbina dengan adanya konsumen, tenaga kerja, supplier (bahan
baku), dan investor (modal)
MANAJEMEN TRANSAKSI KE MANAJEMEN RELASI
1.
MANAJEMEN TRANSAKSI, adalah perusahaan yang telah berkonsetrasi
pada pengembangan dan mempromosikan produk2 yang diharapkan cukup banyak dibeli
oleh konsumen,sehingga menutupi biaya dan menghasilkan laba yang memadai.
2.
MANAJEMEN RELASI, adalah sekumpulan aktivitas yang
mengembangkan dan mempertahankan ikatan yang saling menguntungkan dan telah
berjalan di antara suatu perusahaan dengan para pelanggangnya dan pihak2 lain.
PENGANTAR BISNIS CHAPTER 2
ETIKA BISNIS
Business ethics adalah standar-standar
beperilaku dan nilai-nilai moral yang mengatur tindakan-tindakan dan
keputusan-keputusan di dalam lingkungan kerja.
TANTANGAN – TATANGAN UMUM ETIKA BISNIS
1. KONFLIK KEPENTINGAN
Situasi
dimana suatu keputusan bisnis dapat dipengaruhi oleh pontesi untuk mendapatkan
keuntungan pribadi.
Contohnya, pengacara konsultan bisnis, atau agen-agen
periklanan akan menghadapi suatu konflik kepentingan jika mereka mewakili dua
perusahaan yang saling bersaing.
2. KEJUJURAN DAN INTEGRITAS
Beperilaku
secara jujur dengan intergeritas akan menumbuhkan rasa percaya dan akan
membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, karyawan, pemasok,
dan masyarakat umum.
Contohnya, persoalan polis asuransi dengan memotong
polis asuransi jiwa karyawan tanpa sepengetahuan karyawan tersebut.
3. KESETIAAN DAN KEBENARAN
Individual
harus dapat memilih antara kesetian pada
perusahaan dan kebenaran dalam hubungan bisnis.
4. PEMBERIAN INFORMASI
Pengukapan karyawan kepada badan pemerintah
yang berwenang atau media mengenai praktik2 ilegal amoral atau atau tidak etis
yang dilakukan oleh suatu organisasi.
STRUKTUR LINGKUNGAN ETIS
1. KESADARAN YANG ETIS
Para
pekerja membutuhkan panduan mengenai bagaimana harapan perusahaan kepada mereka
dalam memberikan respons. Contohnya menciptakan suatu kode tingkah laku yaitu
suatu pernyataan resmi yang menjelaskan apa yang diharapkan dan diminta oleh
perusahaan terhadap para karyawan dalam menjawabkan pertanyaan2 etika.
2. PEMIKIRAN YANG ETIS
Memberikan
kesempatan bagi karyawan untuk mempratikan penerapan nilai2 etika pada situasi
hipotesis sebagai awal dari penerapan standar yang sama pada situasi2 dunia
nyata.
3. TINDAKAN ETIS
4. KEPEMIMPINAN YANG ETIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
ialah dukungan manejemen terhadap
kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, serta kesejahteraan
masyarakat.secara setara dalam mengevaluasi kinerja perusahaan.
TANGGUNG JAWAB SOSIAL DI KLASIFIKASIKAN KEDALAM EMPAT FAKTOR
1. Tanggung
jawab terhadap masyarakat umum, mencakup
penanganan2 masalah kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup dan
peningkatan mutu tenaga kerja. Contoh
pertamina memberikan beasiswa kepada anak2 berprestasi yang kurang mampu.
2. Tanggung jawab terhadap konsumen ,
memperlakukan konsumennya secara adil, dan bertindak dengan cara tidak
membahayakan mereka. Contohnya
banyak pabrik2 yang telah menguji alat2 produksi dengan ketat sebelum digunakan
untuk memproduksi barang.
3. Tanggung jawab terhadap karyawan ,
yaitu meliputi keselamatan tenaga kerja, masalah kualitas hidup, penghindaran
deskriminasi dan pencegahan pelecehan seksual. Contohnya perusahaan menawarkan cuti keluarga
kepada para karyawan yang membutuhkan waktu untuk menangani masalah keluarga.
4. Tanggung jawab terhadap investor dan kominitas sector keuangan,
badan-badan pemerintah daerah maupun pusat bertanggung jawab atas perlindungan
investor dari kecurangan keuangan. Contohnya badan pengawas modal akan menginvestigasi setiap
kecurigaan terhadap perusahaan yang menjual sahamnya secara illegal.
PENGANTAR BISNIS CHAPTER 4
RINTANGAN – RINTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Bisnis global terdiri dari Rintangan-rintangan social dan Budaya meliputi
bahasa dan nilai-nilai dan perilaku keagamaan. dan terdiri dari rintangan ekonomi yang
meliputi pergerakan mata uang . dan terdiri dari rintangan hukum dan politik yang meliputi
regulasi, internasional, dan pembatasan perdagangan. Dan terdiri dari pasar barang.
PERJANJIAN KONTRAKTUAL
WARALABA (FRANCHISE)
Suatu
perjanjian kontraktual dimana distributor atau pengecer selaku franchise
memiliki hak untuk menjual produk2 pemengang waralaba(franchisor) dengan nama
perusahaan tersebut. Jika mereka menyetujui ada beberapa persyaratan operasional yang berlaku.
SUBKONTRAK
Yang menyangkut pengontrakan perusahaan2 lokal
untuk memproduksi, mendistribusikan dan menjual barang atau jasa.
INVESTASI LANGSUNG INTERNASIONAL
100%
modal asing yang memengang saham orang asing
JOINT VENTURE
Perusahaan
yang berbagi risiko biaya laba dan tanggung jawab manajemen dengan satu atau
lebih warga Negara2 tuan rumah.
DARI PERUSAHAAN MULTINASIONAL KE BISNIS GLOBAL
Perusahaan
dengan operasi dan aktivitas pemasaran di luar Negara asalnya.
Pengantar Bisnis chapter 6
Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang
menguntungkan dan berani mengambil resiko dalam mengoperasikan suatu bisnis.
Bisnis kecil adalah
suatu perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan secara independent dan tidak
dominan di bidangnya.
8 Karakteristik pengusaha
A.Visi
Pengusaha memulai dengan visi, ide keseluruhann mengenai bagaimana membuat
gagasan mereka berhasil, dan mereka bersemangat mengejarnya.
B. Tingkat Energi yang
Tinggi. Beberapa pengusaha bekerja penuh waktu siang
hari di pekerjaan regular mereka dan menghabiskan malam hari dan akhir minggu
untuk meluncurkan usaha baru.
C. Kebutuhan untuk
mencapai sesuatu. Dorongan kompetitif yang kuat membuat
mereka menikmati tantangan guna mencapai sasaran dan mendorong pada
keberhasilan pribadi.
D. keyakinan diri dan
optisme. Pengusah yakin akan kemampuan mereka
untuk berhasil dan menimbulkan optimisme.
E. Tolerensi atas
kegagalan. Pengusaha memandang kegagalan sebagai
pengalaman belajar. Mereka tidak dapat dengan mudah dibuat patah semnagt atau
kecewa ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai yang direncanakan.
F. Kreativitas. Pengusaha
sering sakali mencapai kesuksesan dengan mengembangkan inivasi yang sudah ada.
G. Toleransi atas
ambiguitas. Berurusan dengan kejadian-kejadian yang
tidak diharapkan adalah norma bigi kebanyakn pengusaha.
H. Pengendalian internal.
Mereka mengambil tanggung jawab atas kegagalan dan keberhasilan dari tindakan
mereka.
Kategori Pengusaha :
~ Pengusaha klasik ialah
orang yang melihat suatu peluang bisnis dan menggunakan sumber daya untuk
menarik pasar.
~ Pengusaha internal (
intrapeuneur ) ialah orang yang mengembangkan inovasi
dalam suatu organisasi besar.
~ Agen Perubahan
ialah manajer yang mencoba merevitalisasi suatu perusahaan yang sudah mapan.
Alasan orang menjadi
pengusaha :
~ Keinginan untuk menjadi bos bagi diri
sendiri
~ Keinginan berhasil dalam keuangan
~ Keinginan akan keamanan kerja
~ Keinginan akan kualitas hidup yang
lebih baik
Faktor-faktor yang
mendukung dan memperluas peluang bagi pengusaha :
~ Globalisasi. Pesatnya
globalisasi bisnis menciptakan banyak peluang bagi pengusaha. Pengusaha
memasarkan produk-produk mereka ke luar negeri dan merekrut orang-orang
berbakat.
~ Pendidikan. Saat
ini ratusan perguruan tinggi menawarkan kelas-kelas mengenai cara memulai dan
mengelola suatu bisnis, serta banyak di antaranya yang menawarkan mata kuliah
kewirausahaan.
~ Teknologi Informasi. Mebantu
pengusaha untuk bekerja dengan cepat dan efisien,, menyediakan layanan konsumen
yang penuh perhatian dan meningkatkan penjualan.
~ Tren demografi. Menciptakan
peluang bagi pengusaha untuk memasarkan barang dan jasa baru.
Pengantar Bisnis chapter 8
Manajemen adlah
proses pencapaian tujuan organisasi melalui sumber daya manusia dan sumber daya
lainnya.
Tingkatan-tingkatan manajer :
1. top ,
manejer-manejer puncak meliputi posisi-posisi seperti CEO, direktur
keuangan(CFO) dan wakil presiden eksekutif. Mereka membuat keputusan-keputusan
dan membuat arahan bagi organisasi mereka.manajer ini tidak kontak langsung
dengan karyawan.
2. middle , meliputi
posisi-posisi seperti manejer umum, manajer pabrik, dan manejer cabang.
Perhatian manajer tingkat menegah berfokus pada operasi-operasi yang spesifik,
produk atau kelompok di dalam suatu organisasi.
3. lower level , meliputi posisi-posisi seperti ketua seksi, dan pimpinan
tim. Bertanggung jawab langsung dengan pemberian tugas2 spesifik kepada
karyawan nonmanajerial. Manejer lower level kontak langsung dengan karyawan.
Keterampilan-keterampilan manajer ;
1. Conceptual skill , kemampuan pemimpin untuk menyusun perencanaan atau
membuat konsep masa depan. Menyusun visi/misi perusahaan.
2. Human skill , kemamuan manajer untuk melakukan hubungan kerja, hubungan
kemanusiaan yang baik dengan bawahan dan semua pihak.
3. Technical skill , kemapuan seorang atasan untuk melakukan tindakan-tindakan
yang bersifat teknis operasional.
Langkah-langkah dalam proses pengorganisasian :
Manajer pertama-tama harus menentukan aktivitas-aktivitas spesifik yang dibutuhkan
untuk mengimplementasikan rencana dan mencapai tujuan. Selanjutnya
mereka mengelompokan aktivitas-aktivitas kerja ke
dalam suatu struktur yang logis, kemudian menugaskan
pekerjaan tersebut kepada karyawan tertantu dan memberikan sumber daya yang
mereka butuhkan. Manajer harus mengkoordinasikan
pekerjaan berbagai kelompok dan karyawan di dalam perusahaan. Terakhir,
mereka harus mengevaluasi hasil proses
pengorganisasian untuk memastikan adanya kemajuan yang efektif dan
efisien.
Fungsi2 manajerial (PODC)
~
Planning (perencanaan)
~
Organizing ( pengorganisasian)
~
Directing ( pengarahan )
~
Controlling ( pengendalian )
Jenis-jenis perencanaan :
1. Perencanaan strategis ( strategic planning ) penentuan tujuan2 utama sebuah organisasi.
2. Perencanaan taktis ( tactical planning ) rencana ini akan memandu aktivitas yang
dibutuhkan untuk mengimplementasikan strategi sacara keseluruhan.
3. Perencanaan operasional ( operational planning ) perncanaan yang memberikan tugas kepada
karyawan dan ti dalam melaksanakan rencana.
4. Perencanaan kontinjensi ( contingency planning ) perencanaan tidak dapat meramalkan
setiap kemungkinan yang terjadi.contohnya bencana alam, kecelakaan besar dan
merosotnya perekonomian.
SWOT analisis adalah
pendekatan terorganisasi dalam menilai kekuatan dan kelemahan internal serta
peluang dan ancaman eksternalnya.
1. Strength ( kekuatan ) meliputi sisitem informasi yang canggih, skala ekonomi,
perlindungan hak paten dan tenaga penjualan.
2. Weakness ( kelemahan ) meliputi kurangnya
pengalaman manajerial, fasilitas produksi yang sudah lama, dan keterbatasan
logistic.
3. Oppurtunities ( peluang ) meliputi teknologi baru, pasar2 baru dan perluasan
produk2 yang sudah ada.
4. Treath ( ancaman ) meliputi mengubah selera pembeli, meningkatnya persaingan
dan regulasi pemerintah baru.
Manajer sebagai pengambil keputusan :
~ Keputusan terprogram melibatkan
masalah-masalah yang sederhana,umum, dan kerap terjadi dimana solusinya sudah
ditentukan.contohnya pemilihan gaji awal bagi seorang asisten pemasaran baru.
~ Keputusan tidak terprogram
berkaitan dengan masalah atau peluang unik dengan konsekuensi yang penting
artinya bagi organisasi. Contohnya perusahaan Trans7 tidak berjalan lancar,
lalu diambil ahli oleh Trans Tv.
Langkah-langkah proses pengambilan keputusan :
~
Proses ini dimulai ketika seorang menyadari adanya
satu masalah atau peluang, dilanjutkan dengan
membuat kemungkinan tindakan yang diambil, dengan mengevaluasi alternatif2 yang ada, memilih dan mengimlementasikan salah satu
diantarannya dan menilai hasil dari keputusan.
Pengantar Bisnis Chapter 9
Manajemen SDM
ialah fungsi dari menarik, mengembangkan dan mempertahankan para karyawan yang
memiliki kualifikasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Tugas dan tanggung jawab manajemen SDM :
1. Perencanaan untuk kebutuhan penempatan staf ,
perencanaan tersebut didasarkan strategi kompetitif organisasi.
2. Rektrumen dan seleksi karyawan , manajer SDM harus
menyesuaikan keahlian yang dimiliki oleh para pelamar dengan kebutuhan.
3. Pelatihan bagi karyawan & evaluasi kinerja ,
perusahaan memberikan informasi tentang apa yang di harapkan dari perusahaaan
lewat program pelatihan dan evaluasi.
4. Kompensasi dan tunjangan bagi karyawan , manajer SDM
berusaha mengembangkan system kompensasi yang terdiri dari gaju dan upah.
5. Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan , perusahaan
meminta karyawannya yang sukarela berhenti untuk ikut wawancara sebelum keluar
kerja untuk mengetahui alas an mereka keluar.
Proses seleksi :
~
Identifikasi persyaratan kerja
~
memilih sumber kandidat ( internet, sekolah2, kampus2, dan iklan )
~
Memeriksa surat lmaran dan daftar riwayat hidup
~
Melakukan wawancara
~
Menyelenggarakan tes dan pengecekan referensi
~
Menyelenggarakan wawancara lanjutan
~
Menyeleksi dan menegosiasikan penawaran ( kompensasi dan tunjangan, harapan tentang kinerja, akomodasi bagi
peyandang cacat )
Mengapa manajemen SDM itu penting ?
~
karena manajer SDM bertanggung jawab terhadap pengembangan progam2 dalam mencapai
tujuan2 organisasi.
Macam-macam pelatihan :
~ On
the Job Training yaitu pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan itu
sendiri. Contohnya pelatihan magang.
~
Off the Job Training yaitu pelatihan yang tidak diselenggarakan di perusahaan
itu sendiri tetapi di perusahaan yang lain.
Tunjangan Karyawan
ialah penghargaan berbentuk dana pensiiun, asuransi kesehatan, liburan dan
pengganti biaya sekolah. Baik di tanggung sepenuhnya atau sebagian.
Pemutusan hub tenaga kerja dibagi 2, yaitu ;
1. Pengurangan karyawan besar-besaran (Downsizing) adalah
proses pengurangan yang dilakukan saat perusahaan mengalami pendapatan yang
rendah.
2. Outsourching adalah karyawan yang sifatnya temporer.
Dimana biasanya dikontrak hanya 1 tahun saja. Contoh babysister, valet dan
Office Boy
Motivasi
adalah suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan pekerjaan guna
mendapatkan sesuatu yang diinginkan.
Proses Motivasi :
Perilaku
yang diarahkan oleh tujuan (menghasilkan) pemuasan kebutuhan (yang mengarah
pada) motivasi (yang menghasilkan) kebutuhan.
Lima jenis dari kebutuhan :
1. Kebutuhan fisiologis ( physiological needs ) Kebutuhan2
pokok termaksud pangan,papan dan sandang.
2. Kebutuhan akan keamanan ( safety needs ) kebutuhan2 yang mengacu pada perlindungan
fisik dan ekonomis. Contoh dana pensiun dan keamanan kerja.
3. Kebutuhan social ( social needs ) kebutuhan individu
dalam membangun hubungan baik dalam bermasyarakat.
4. Kebutuhan akan penghargaan ( esteem needs ) kebutuhan
atas kepuasan pada diri seseorang.
5. Kebutuhan aktualisasi diri ( self-actualization )
kebutuhan yang mendorong orang2 untuk mencaripemenuh kebutuhan.
No comments:
Post a Comment