Saturday, September 6, 2014

Pengantar Bisnis

PENGANTAR BISNIS CHAPTER 1
FAKTOR FAKTOR PRODUKSI UNTUK MEMBUAT BARANG DAN JASA
1. SUMBER DAYA ALAM
Membutuhkan lahan yang kosong sebagai bahan baku cadangan mineral dan hutan untuk di sewakan.
2. SUMBER DAYA MANUSIA
Membutuhkan tenaga kerja untuk di gaji atau memberi upah kepada tenaga kerja.
3. KEWIRAUSAHAAN
Kesediaan untuk mengambil resiko menciptakan dan mengoperasikan suatu bisnis. Dan harus memiliki keahlian untuk menghasilakan barang dan jasa yang bisa mendapatkan laba atau profit.
4. MODAL
Meliputi teknologi, peralatan informasi dan fasilitas fisik. Dan akan mendapatkan bunga atau interest.
ORGANISASI NIRLABA
      Kegiatan yang bersifat output yang mendapatkan laba, labanya digunakan untuk kesejahteraan masyarakat atau social. Contohnya rumah sakit. Labanya di gunakan untuk membeli peralatan rumah sakit dan contoh lainnya perpustakaan sekolah museum dll.

ORGANISASI BISNIS
      Kegiatan yang bersifat output yang mendapatkan laba, labanya untuk pemilik bisnis atau modal. Organisasi bisnis di bagi menjadi 2
1. Yang dimiliki pribadi disebut dengan sector swasta contohnya PT GUDANG GARAM dengan PT INDOFOOD
2. Yang dimiliki pemerintah atau rakyat yg disebut dengan sector publik
ENAM ERA DALAM REVOLUSI INDRUSTRI
1. ERA KOLONIAL
Karakteristik utama, masih berupa pertanian
Periode waktunya, sebelum tahun 1776
2. ERA REVOLUSI INDRUSTRI
Karakteristik utama, produksi masal oleh perkerja semiahli
Periode waktunya tahun 1760-1850
3. ERA PENGUSAHA INDRUSTRIAL
Karakteristik utama, produksi tetap masal tetapi sudah menggunakan mesin tetapi lebih terampil.
Periode waktunya, akhir tahun 1800-aan
4. ERA PRODUKSI
Karakteristik utama, melakukan produksi menjual yang  menghasilkan produk yang berkualitas bagus yang akan dijual.
Periode tahun, sebelum tahun 1920-an

5. ERA PEMASARAN
Karateristik utama, sudah dilakukan riset pasar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen untuk produksi dan penjualan/pemasaran.
Periode waktunya, sejak tahun 1950-an
6. ERA RELASI
Karateristik utamanya, produsen sudah terbina dengan adanya konsumen, tenaga kerja, supplier (bahan baku), dan investor (modal)
MANAJEMEN TRANSAKSI KE MANAJEMEN RELASI
1. MANAJEMEN TRANSAKSI, adalah perusahaan yang telah berkonsetrasi pada pengembangan dan mempromosikan produk2 yang diharapkan cukup banyak dibeli oleh konsumen,sehingga menutupi biaya dan menghasilkan laba yang memadai.
2. MANAJEMEN RELASI, adalah sekumpulan aktivitas yang mengembangkan dan mempertahankan ikatan yang saling menguntungkan dan telah berjalan di antara suatu perusahaan dengan para pelanggangnya dan pihak2 lain.





PENGANTAR BISNIS CHAPTER 2
ETIKA BISNIS
      Business ethics adalah standar-standar beperilaku dan nilai-nilai moral yang mengatur tindakan-tindakan dan keputusan-keputusan di dalam lingkungan kerja.
TANTANGAN – TATANGAN UMUM ETIKA BISNIS
1. KONFLIK KEPENTINGAN
Situasi dimana suatu keputusan bisnis dapat dipengaruhi oleh pontesi untuk mendapatkan keuntungan pribadi.
Contohnya, pengacara konsultan bisnis, atau agen-agen periklanan akan menghadapi suatu konflik kepentingan jika mereka mewakili dua perusahaan yang saling bersaing.
2. KEJUJURAN DAN INTEGRITAS
Beperilaku secara jujur dengan intergeritas akan menumbuhkan rasa percaya dan akan membantu membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan, karyawan, pemasok, dan masyarakat umum.
Contohnya, persoalan polis asuransi dengan memotong polis asuransi jiwa karyawan tanpa sepengetahuan karyawan tersebut.

3. KESETIAAN DAN KEBENARAN
Individual harus dapat memilih  antara kesetian pada perusahaan dan kebenaran dalam hubungan bisnis.
4. PEMBERIAN INFORMASI
Pengukapan karyawan kepada badan pemerintah yang berwenang atau media mengenai praktik2 ilegal amoral atau atau tidak etis yang dilakukan oleh suatu organisasi.
STRUKTUR LINGKUNGAN ETIS
1. KESADARAN YANG ETIS
Para pekerja membutuhkan panduan mengenai bagaimana harapan perusahaan kepada mereka dalam memberikan respons. Contohnya menciptakan suatu kode tingkah laku yaitu suatu pernyataan resmi yang menjelaskan apa yang diharapkan dan diminta oleh perusahaan terhadap para karyawan dalam menjawabkan pertanyaan2 etika.
2. PEMIKIRAN YANG ETIS
Memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mempratikan penerapan nilai2 etika pada situasi hipotesis sebagai awal dari penerapan standar yang sama pada situasi2 dunia nyata.
3. TINDAKAN ETIS
4. KEPEMIMPINAN YANG ETIS
TANGGUNG JAWAB SOSIAL
ialah dukungan manejemen terhadap kewajiban untuk mempertimbangkan laba, kepuasan pelanggan, serta kesejahteraan masyarakat.secara setara dalam mengevaluasi kinerja perusahaan.

TANGGUNG JAWAB SOSIAL DI KLASIFIKASIKAN KEDALAM EMPAT FAKTOR
1. Tanggung jawab terhadap masyarakat umum, mencakup penanganan2 masalah kesehatan masyarakat, perlindungan lingkungan hidup dan peningkatan mutu tenaga kerja. Contoh pertamina memberikan beasiswa kepada anak2 berprestasi yang kurang mampu.
2. Tanggung jawab terhadap konsumen , memperlakukan konsumennya secara adil, dan bertindak dengan cara tidak membahayakan mereka. Contohnya banyak pabrik2 yang telah menguji alat2 produksi dengan ketat sebelum digunakan untuk memproduksi barang.
3. Tanggung jawab terhadap karyawan , yaitu meliputi keselamatan tenaga kerja, masalah kualitas hidup, penghindaran deskriminasi dan pencegahan pelecehan seksual. Contohnya perusahaan menawarkan cuti keluarga kepada para karyawan yang membutuhkan waktu untuk menangani masalah keluarga.
4. Tanggung jawab terhadap investor dan kominitas sector keuangan, badan-badan pemerintah daerah maupun pusat bertanggung jawab atas perlindungan investor dari kecurangan keuangan. Contohnya badan pengawas modal akan menginvestigasi setiap kecurigaan terhadap perusahaan yang menjual sahamnya secara illegal.

PENGANTAR BISNIS CHAPTER 4
RINTANGAN – RINTANGAN PERDAGANGAN INTERNASIONAL
Bisnis global terdiri dari Rintangan-rintangan social dan Budaya meliputi bahasa dan nilai-nilai dan perilaku keagamaan. dan terdiri dari rintangan ekonomi yang meliputi pergerakan mata uang . dan terdiri dari rintangan hukum dan politik yang meliputi regulasi, internasional, dan pembatasan perdagangan. Dan terdiri dari pasar barang.

PERJANJIAN KONTRAKTUAL
WARALABA (FRANCHISE)
Suatu perjanjian kontraktual dimana distributor atau pengecer selaku franchise memiliki hak untuk menjual produk2 pemengang waralaba(franchisor) dengan nama perusahaan tersebut. Jika mereka menyetujui ada  beberapa persyaratan operasional yang berlaku.

SUBKONTRAK
 Yang menyangkut pengontrakan perusahaan2 lokal untuk memproduksi, mendistribusikan dan menjual barang atau jasa.
INVESTASI LANGSUNG INTERNASIONAL
100% modal asing yang memengang saham orang asing
 JOINT VENTURE
Perusahaan yang berbagi risiko biaya laba dan tanggung jawab manajemen dengan satu atau lebih warga Negara2 tuan rumah.
DARI PERUSAHAAN MULTINASIONAL KE BISNIS GLOBAL
Perusahaan dengan operasi dan aktivitas pemasaran di luar Negara asalnya.
Pengantar Bisnis chapter 6
Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan berani mengambil resiko dalam mengoperasikan suatu bisnis.

Bisnis kecil adalah suatu perusahaan yang dimiliki dan dioperasikan secara independent dan tidak dominan di bidangnya.


8 Karakteristik pengusaha
A.Visi Pengusaha memulai dengan visi, ide keseluruhann mengenai bagaimana membuat gagasan mereka berhasil, dan mereka bersemangat mengejarnya.
B. Tingkat Energi yang Tinggi. Beberapa pengusaha bekerja penuh waktu siang hari di pekerjaan regular mereka dan menghabiskan malam hari dan akhir minggu untuk meluncurkan usaha baru.
C. Kebutuhan untuk mencapai sesuatu. Dorongan kompetitif yang kuat membuat mereka menikmati tantangan guna mencapai sasaran dan mendorong pada keberhasilan pribadi.
D. keyakinan diri dan optisme. Pengusah yakin akan kemampuan mereka untuk berhasil dan menimbulkan optimisme.
E. Tolerensi atas kegagalan. Pengusaha memandang kegagalan sebagai pengalaman belajar. Mereka tidak dapat dengan mudah dibuat patah semnagt atau kecewa ketika segala sesuatu tidak berjalan sesuai yang direncanakan.
F. Kreativitas. Pengusaha sering sakali mencapai kesuksesan dengan mengembangkan inivasi yang sudah ada.

G. Toleransi atas ambiguitas. Berurusan dengan kejadian-kejadian yang tidak diharapkan adalah norma bigi kebanyakn pengusaha.
H. Pengendalian internal. Mereka mengambil tanggung jawab atas kegagalan dan keberhasilan dari tindakan mereka.
Kategori Pengusaha :
~ Pengusaha klasik ialah orang yang melihat suatu peluang bisnis dan menggunakan sumber daya untuk menarik pasar.
~ Pengusaha internal ( intrapeuneur ) ialah orang yang mengembangkan inovasi dalam suatu organisasi besar.
~ Agen Perubahan ialah manajer yang mencoba merevitalisasi suatu perusahaan yang sudah mapan.

Alasan orang menjadi pengusaha :
~ Keinginan untuk menjadi bos bagi diri sendiri
~ Keinginan berhasil dalam keuangan
~ Keinginan akan keamanan kerja
~ Keinginan akan kualitas hidup yang lebih baik




Faktor-faktor yang mendukung dan memperluas peluang bagi pengusaha :  
~ Globalisasi. Pesatnya globalisasi bisnis menciptakan banyak peluang bagi pengusaha. Pengusaha memasarkan produk-produk mereka ke luar negeri dan merekrut orang-orang berbakat.
~ Pendidikan. Saat ini ratusan perguruan tinggi menawarkan kelas-kelas mengenai cara memulai dan mengelola suatu bisnis, serta banyak di antaranya yang menawarkan mata kuliah kewirausahaan.
~ Teknologi Informasi. Mebantu pengusaha untuk bekerja dengan cepat dan efisien,, menyediakan layanan konsumen yang penuh perhatian dan meningkatkan penjualan.
~ Tren demografi. Menciptakan peluang bagi pengusaha untuk memasarkan barang dan jasa baru.




Pengantar Bisnis chapter 8

Manajemen adlah proses pencapaian tujuan organisasi melalui sumber daya manusia dan sumber daya lainnya.
Tingkatan-tingkatan manajer :
1. top , manejer-manejer puncak meliputi posisi-posisi seperti CEO, direktur keuangan(CFO) dan wakil presiden eksekutif. Mereka membuat keputusan-keputusan dan membuat arahan bagi organisasi mereka.manajer ini tidak kontak langsung dengan karyawan.
2. middle , meliputi posisi-posisi seperti manejer umum, manajer pabrik, dan manejer cabang. Perhatian manajer tingkat menegah berfokus pada operasi-operasi yang spesifik, produk atau kelompok di dalam suatu organisasi.
3. lower level , meliputi posisi-posisi seperti ketua seksi, dan pimpinan tim. Bertanggung jawab langsung dengan pemberian tugas2 spesifik kepada karyawan nonmanajerial. Manejer lower level kontak langsung dengan karyawan.




Keterampilan-keterampilan manajer ;
1. Conceptual skill , kemampuan pemimpin untuk menyusun perencanaan atau membuat konsep masa depan. Menyusun visi/misi perusahaan.
2. Human skill , kemamuan manajer untuk melakukan hubungan kerja, hubungan kemanusiaan yang baik dengan bawahan dan semua pihak.
3. Technical skill , kemapuan seorang atasan untuk melakukan tindakan-tindakan yang bersifat teknis operasional.

Langkah-langkah dalam proses pengorganisasian :
      Manajer pertama-tama harus menentukan aktivitas-aktivitas spesifik yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan rencana dan mencapai tujuan. Selanjutnya mereka mengelompokan aktivitas-aktivitas kerja ke dalam suatu struktur yang logis, kemudian menugaskan pekerjaan tersebut kepada karyawan tertantu dan memberikan sumber daya yang mereka butuhkan. Manajer harus mengkoordinasikan pekerjaan berbagai kelompok dan karyawan di dalam perusahaan. Terakhir, mereka harus mengevaluasi hasil proses pengorganisasian untuk memastikan adanya kemajuan yang efektif dan efisien.


Fungsi2 manajerial (PODC)
~ Planning (perencanaan)
~ Organizing ( pengorganisasian)
~ Directing ( pengarahan )
~ Controlling ( pengendalian )
Jenis-jenis perencanaan :
1. Perencanaan strategis ( strategic planning ) penentuan tujuan2 utama sebuah organisasi.
2. Perencanaan taktis ( tactical planning ) rencana ini akan memandu aktivitas yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan strategi sacara keseluruhan.
3. Perencanaan operasional ( operational planning ) perncanaan yang memberikan tugas kepada karyawan dan ti dalam melaksanakan rencana.
4. Perencanaan kontinjensi ( contingency planning ) perencanaan tidak dapat meramalkan setiap kemungkinan yang terjadi.contohnya bencana alam, kecelakaan besar dan merosotnya perekonomian.

SWOT analisis adalah pendekatan terorganisasi dalam menilai kekuatan dan kelemahan internal serta peluang dan ancaman eksternalnya.
1. Strength ( kekuatan ) meliputi sisitem informasi yang canggih, skala ekonomi, perlindungan hak paten dan tenaga penjualan.
2.  Weakness ( kelemahan ) meliputi kurangnya pengalaman manajerial, fasilitas produksi yang sudah lama, dan keterbatasan logistic.
3. Oppurtunities ( peluang ) meliputi teknologi baru, pasar2 baru dan perluasan produk2 yang sudah ada.
4. Treath ( ancaman ) meliputi mengubah selera pembeli, meningkatnya persaingan dan regulasi pemerintah baru.

Manajer sebagai pengambil keputusan :
~ Keputusan terprogram melibatkan masalah-masalah yang sederhana,umum, dan kerap terjadi dimana solusinya sudah ditentukan.contohnya pemilihan gaji awal bagi seorang asisten pemasaran baru.
~ Keputusan tidak terprogram berkaitan dengan masalah atau peluang unik dengan konsekuensi yang penting artinya bagi organisasi. Contohnya perusahaan Trans7 tidak berjalan lancar, lalu diambil ahli oleh Trans Tv.
Langkah-langkah proses pengambilan keputusan :
~ Proses ini dimulai ketika seorang menyadari adanya satu masalah atau peluang, dilanjutkan dengan membuat kemungkinan tindakan yang diambil, dengan mengevaluasi alternatif2 yang ada, memilih dan mengimlementasikan salah satu diantarannya dan menilai hasil dari keputusan.
Pengantar Bisnis Chapter 9

Manajemen SDM ialah fungsi dari menarik, mengembangkan dan mempertahankan para karyawan yang memiliki kualifikasi dalam mencapai tujuan-tujuan organisasi.

Tugas dan tanggung jawab manajemen SDM :
1. Perencanaan untuk kebutuhan penempatan staf , perencanaan tersebut didasarkan strategi kompetitif organisasi.
2. Rektrumen dan seleksi karyawan , manajer SDM harus menyesuaikan keahlian yang dimiliki oleh para pelamar dengan kebutuhan.
3. Pelatihan bagi karyawan & evaluasi kinerja , perusahaan memberikan informasi tentang apa yang di harapkan dari perusahaaan lewat program pelatihan dan evaluasi.
4. Kompensasi dan tunjangan bagi karyawan , manajer SDM berusaha mengembangkan system kompensasi yang terdiri dari gaju dan upah.
5. Pemutusan hubungan kerja dengan karyawan , perusahaan meminta karyawannya yang sukarela berhenti untuk ikut wawancara sebelum keluar kerja untuk mengetahui alas an mereka keluar.


Proses seleksi :
~ Identifikasi persyaratan kerja
~ memilih sumber kandidat ( internet, sekolah2, kampus2, dan iklan )
~ Memeriksa surat lmaran dan daftar riwayat hidup
~ Melakukan wawancara
~ Menyelenggarakan tes dan pengecekan referensi
~ Menyelenggarakan wawancara lanjutan
~ Menyeleksi dan menegosiasikan penawaran ( kompensasi dan tunjangan,    harapan tentang kinerja, akomodasi bagi peyandang cacat )

Mengapa manajemen SDM itu penting ?
~ karena manajer SDM bertanggung jawab terhadap pengembangan progam2 dalam mencapai tujuan2 organisasi.





Macam-macam pelatihan :
~ On the Job Training yaitu pelatihan yang diselenggarakan di perusahaan itu sendiri. Contohnya pelatihan magang.
~ Off the Job Training yaitu pelatihan yang tidak diselenggarakan di perusahaan itu sendiri tetapi di perusahaan yang lain.

Tunjangan Karyawan ialah penghargaan berbentuk dana pensiiun, asuransi kesehatan, liburan dan pengganti biaya sekolah. Baik di tanggung sepenuhnya atau sebagian.

Pemutusan hub tenaga kerja dibagi 2, yaitu ;
1. Pengurangan karyawan besar-besaran (Downsizing) adalah proses pengurangan yang dilakukan saat perusahaan mengalami pendapatan yang rendah.
2. Outsourching adalah karyawan yang sifatnya temporer. Dimana biasanya dikontrak hanya 1 tahun saja. Contoh babysister, valet dan Office Boy

Motivasi adalah suatu dorongan dari dalam diri seseorang untuk melakukan pekerjaan guna mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Proses Motivasi :
Perilaku yang diarahkan oleh tujuan (menghasilkan) pemuasan kebutuhan (yang mengarah pada) motivasi (yang menghasilkan) kebutuhan.

Lima jenis dari kebutuhan :
1. Kebutuhan fisiologis ( physiological needs ) Kebutuhan2 pokok termaksud pangan,papan dan sandang.
2. Kebutuhan akan keamanan ( safety needs )  kebutuhan2 yang mengacu pada perlindungan fisik dan ekonomis. Contoh dana pensiun dan keamanan kerja.
3. Kebutuhan social ( social needs ) kebutuhan individu dalam membangun hubungan baik dalam bermasyarakat.
4. Kebutuhan akan penghargaan ( esteem needs ) kebutuhan atas kepuasan pada diri seseorang.
5. Kebutuhan aktualisasi diri ( self-actualization ) kebutuhan yang mendorong orang2 untuk mencaripemenuh kebutuhan.







No comments:

Post a Comment